Bawondo.id – Maumere – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memaksimalkan penyaluran bantuan logistik dan peralatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Upaya ini tidak hanya menyasar wilayah di daratan Pulau Flores, tetapi juga menjangkau masyarakat di pulau-pulau terluar yang menghadapi tantangan akses, komunikasi, dan pelayanan dasar.
Pada Minggu (23/8), BNPB melalui Posko Pendamping Nasional (Pospenas) Maumere kembali mengirimkan bantuan ke Desa Samporong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, yang berada di Pulau Sukun. Pengiriman ini dipimpin Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap, sebagai bagian dari komitmen memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan dukungan penanganan darurat secara merata.

Bantuan diterbangkan menggunakan helikopter Kementerian Perhubungan dan mendarat di lapangan Desa Samporong. Kedatangan tim disambut warga, di mana sekitar 300 kepala keluarga di wilayah tersebut menjadi sasaran pelayanan penanganan darurat pascabencana.
Internet Satelit Dukung Komunikasi
Salah satu perangkat penting yang dikirimkan adalah internet berbasis satelit Starlink. Peralatan ini sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan jaringan komunikasi di pulau tersebut. Sebelumnya, warga harus mendaki ke lokasi yang lebih tinggi sekadar untuk memperoleh sinyal guna berkomunikasi dengan keluarga maupun pihak di luar pulau. Dengan adanya akses internet yang stabil, koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan unsur penanganan darurat diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan cepat.
Selain perangkat komunikasi, BNPB juga membawa paket medis dan obat-obatan guna mendukung pelayanan kesehatan warga selama masa penanganan darurat.

Bantuan Bertahap Demi Jangkauan Merata
Sebelumnya, pada Jumat (21/8), BNPB bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan menggunakan kapal cepat ke pulau yang terisolir ini. Berbagai kebutuhan dasar seperti beras, paket sembako, minyak goreng, air mineral, perlengkapan kebersihan, terpal, selimut, obat-obatan, dan kebutuhan kesehatan lainnya telah didistribusikan secara bertahap meskipun kondisi geografis dan akses transportasi menjadi tantangan tersendiri.
Imbauan Kewaspadaan dan Kembali Belajar Bertahap
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Aktivitas gempa susulan cenderung menurun, namun warga diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG serta memprioritaskan keselamatan dalam setiap aktivitas.
Seiring membaiknya situasi, kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat kembali dilaksanakan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan. Untuk sementara, pembelajaran dapat dilakukan di lokasi yang aman seperti tenda darurat atau ruang terbuka, setelah pemerintah daerah dan pihak sekolah memastikan kondisi bangunan dan lingkungan sekolah aman digunakan.
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memetakan kebutuhan secara tepat sasaran, termasuk wilayah terluar yang sulit dijangkau. Kehadiran bantuan hingga ke pulau-pulau kecil ini menjadi wujud negara hadir, memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pemulihan pascabencana.
Sumber : @Badan Nasional Penanggulangan Bencana
@Redaksi Bawondo


