Bawondo.id – Buton Selatan – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Buton Selatan dengan menghadiri acara ramah tamah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 daerah tersebut. Kegiatan berlangsung di Lapangan Lakarada, Kecamatan Batauga, pada Kamis (23/7/2026) malam.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat menjadikan hari jadi daerah sebagai momentum refleksi sekaligus evaluasi menyeluruh atas pembangunan yang telah berjalan. Hal ini bertujuan memperkuat sinergi demi mewujudkan Buton Selatan yang semakin maju, sejahtera, berbudaya, dan berdaya saing.

Kabupaten Buton Selatan bersama Kabupaten Buton Tengah dan Kabupaten Muna Barat resmi ditetapkan sebagai daerah otonom baru pada 23 Juli 2014 melalui Undang-Undang Nomor 14, 15, dan 16 Tahun 2014. Peringatan tahun ini mengusung tema “Bersama Membangun Buton Selatan yang Sejahtera, Berbudaya dan Berdaya Saing.”
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh keakraban. Gubernur Andi Sumangerukka turut serta bersama masyarakat dan tamu undangan dalam penampilan Tari Badenda, tarian khas setempat yang melambangkan persatuan serta pelestarian identitas budaya daerah.

“Peringatan hari ulang tahun ini adalah momen tepat bagi pemerintah, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan untuk merefleksikan dan mengevaluasi apa yang telah dikerjakan sejauh ini,” tegas Gubernur dalam sambutannya.
Sementara itu, Bupati Buton Selatan Muhammad Adios menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Gubernur beserta rombongan. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui persatuan dan sinergi seluruh lapisan masyarakat dengan semangat saling menghormati dan saling mengingatkan.

Bupati juga menyoroti potensi maritim unggulan wilayahnya. Menurutnya, laut bukanlah pemisah, melainkan penghubung kehidupan yang harus dikelola sebagai kekuatan utama penggerak ekonomi dan pembangunan daerah.
Malam ramah tamah ditutup dengan penampilan Tari Badenda yang melibatkan masyarakat dan para tamu, sebagai simbol kebersamaan dan komitmen menjaga warisan budaya sebagai modal masa depan pembangunan daerah.
Sumber : @Pemerintah Provinsi Sulawes
@Redaksi Bawondo


