Bawondo.id – Kendari – Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan wilayah yang kaya akan keberagaman etnis dan budaya, dihuni oleh berbagai suku asli yang memiliki kearifan lokal dan tradisi masing-masing.
Salah satu suku besar yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas daerah ini adalah Suku Tolaki, yang menyimpan beragam warisan budaya bernilai luhur.
Di antara sekian banyak kekayaan budaya yang dimiliki Suku Tolaki, tarian tradisional yang dikenal dengan nama Lulo atau Molulo menjadi salah satu yang paling menonjol dan terus dilestarikan dari generasi ke generasi.
Tarian ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari kehidupan sosial masyarakat, yang sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan adat, upacara, hingga perayaan kebersamaan warga.
Tarian Lulo atau Molulo memiliki kekhasan tersendiri, di mana para penari biasanya bergerak secara bersama-sama dalam formasi melingkar sambil saling bergandengan tangan. Gerakan yang luwes dan harmonis mencerminkan semangat kebersamaan, persatuan, dan gotong royong yang menjadi karakter masyarakat Tolaki.
Dalam perkembangannya, tarian ini memiliki sejumlah ragam atau model gerakan yang masing-masing memiliki makna dan ciri khas tersendiri. Salah satu model gerakan yang paling dikenal dan kerap ditampilkan adalah yang disebut dengan Lulo Moleba.
Kekayaan budaya seperti Tarian Lulo/Molulo beserta ragam gerakannya menjadi bukti bahwa Sulawesi Tenggara memiliki warisan seni tradisional yang unik dan otentik. Pelestarian, pengenalan, dan pengembangan budaya daerah ini terus didorong agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup, dikenal luas, dan dapat menjadi kebanggaan sekaligus identitas masyarakat Sulawesi Tenggara di tingkat nasional maupun internasional.
Sumber : LSM Lingkar Pemuda Masyarakat Tolaki Sulawesi Tenggara
@Redaksi Bawondo


