
Bawondo.id – Kendari – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali mengukuhkan ratusan lulusan melalui prosesi Wisuda Sarjana XXXV dan Pascasarjana X Tahun 2026. Acara berlangsung di Phinisi Ballroom Hotel Claro Kendari, pada Rabu (9/9/2026).
Sebanyak 662 lulusan resmi dikukuhkan dalam prosesi kali ini, yang terdiri dari lulusan Sarjana (S1) dan Magister (S2). Prosesi wisuda tersebut dihadiri jajaran Senat Unsultra, Rektor Unsultra Prof. Dr. Eng. Jamhir Safani, S.Si., M.Si., Ketua Dewan Pembina Unsultra Dr. H. Nur Alam, S.E., M.Si., serta unsur Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Pintu Menuju Dunia Nyata
Dalam sambutannya, Rektor Unsultra Prof. Dr. Eng. Jamhir Safani menegaskan bahwa prosesi wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan pintu masuk menuju kehidupan yang sesungguhnya. Ia mengingatkan para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global yang semakin dinamis.
“Di tengah era disrupsi teknologi, tantangan global sudah menunggu kalian,” ujar Rektor.

Di hadapan ratusan wisudawan, Jamhir menyampaikan tiga pesan penting sebagai bekal sebelum mereka terjun ke tengah masyarakat :
Pertama : Menjaga Integritas.
Para alumni diminta tetap menjadi pribadi yang jujur dan profesional meski berada di tengah lingkungan yang kerap menawarkan berbagai jalan pintas yang tidak selalu benar.
Kedua : Terus Belajar dan Beradaptasi.
Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dinilai akan terus berkembang seiring perubahan zaman. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi dan keinginan belajar sepanjang hayat harus tetap dijaga.
Ketiga : Menjadi Bagian dari Solusi.
Para lulusan diharapkan tidak sekadar menjadi penonton di tengah masyarakat. Ilmu yang telah diperoleh harus mampu dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi lingkungan sekitar.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Unsultra, Dr. H. Nur Alam, dalam orasi keilmuan mengingatkan para wisudawan bahwa kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah akhir dari proses belajar.
Menurutnya, dunia nyata akan menghadirkan persoalan yang jauh lebih kompleks dibandingkan apa pun yang dihadapi selama berada di bangku kuliah.
“Di dunia nyata, Saudara akan menemukan persoalan yang jauh lebih sulit. Tidak ada pilihan A, B, C, atau D. Tidak ada dosen yang membenarkan, dan tidak ada buku yang selalu memberi jawaban,” ungkap Nur Alam.
Ia menekankan bahwa para lulusan harus mampu mengambil keputusan secara mandiri, berpikir kritis, serta berani bertanggung jawab atas setiap pilihan yang diambil ketika nantinya memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
@Redaksi Bawondo






