Bawondo.od – Konawe – Bupati Kabupaten Konawe, Yusran Akbar, memimpin rapat tim teknis bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI dalam rangka memperkuat rencana pembangunan daerah melalui skema pembiayaan pinjaman daerah Tahun Anggaran 2026, Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Bupati Konawe tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Konawe beserta seluruh Ketua Komisi DPRD Kabupaten Konawe, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tim teknis keuangan daerah, serta perwakilan PT SMI.

Turut hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Konawe, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Konawe, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, Direktur Rumah Sakit Kabupaten Konawe, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Konawe, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Konawe, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Konawe, serta tim penyusun Feasibility Study (FS) pembangunan Rumah Sakit Tipe D dan Pasar Pangan Konawe.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Nomor S-296/SMI/DPPPP/0526 tanggal 21 Mei 2026 tentang Pemberitahuan Rencana Kunjungan Lapangan (Site Visit) Pinjaman Daerah Pemerintah Kabupaten Konawe Tahun 2026.

Dalam arahannya, Bupati Konawe menyampaikan bahwa skema pembiayaan melalui PT SMI merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Konawe. Menurutnya, pembangunan daerah harus direncanakan secara matang agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu fokus pembahasan dalam rapat tersebut adalah pembangunan Rumah Sakit Tipe D yang direncanakan menjadi pusat layanan kesehatan bagi masyarakat di beberapa kecamatan. Bupati menjelaskan bahwa lokasi pembangunan rumah sakit telah dipilih secara cermat dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, aksesibilitas, dan kebutuhan masyarakat.
Lokasi baru rumah sakit dinilai lebih strategis karena berada di jalur nasional dan dekat dengan masyarakat dari tujuh kecamatan, termasuk Morosi, Soropia, dan Kapoiala. Pemerintah Kabupaten Konawe juga telah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional terkait pembangunan akses penyeberangan dan jembatan guna mempermudah mobilitas masyarakat menuju lokasi rumah sakit.
Selain fungsi pelayanan kesehatan, Bupati juga menginginkan desain rumah sakit yang nyaman, representatif, dan mampu memberikan dampak psikologis positif bagi pasien maupun keluarga. Konsep bangunan dirancang menyerupai hotel agar menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung proses pemulihan pasien.

Dalam aspek pembangunan, Bupati menegaskan bahwa desain rumah sakit tetap mengutamakan prinsip ekonomis, ketahanan bangunan, dan efisiensi anggaran sebelum mempertimbangkan aspek estetika. Desain bangunan yang semula direncanakan tiga lantai kemudian disesuaikan menjadi dua lantai agar lebih hemat, sementara pengembangan jangka panjang tetap disiapkan pada area belakang bangunan.
Selain pembangunan rumah sakit, rapat tersebut juga membahas sejumlah program prioritas lainnya yang direncanakan masuk dalam skema pembiayaan Tahun Anggaran 2026, di antaranya pembangunan Pasar Pangan Konawe guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Konawe melalui tim teknis juga melakukan pembahasan mendalam terkait skema pembiayaan, proyeksi kemampuan keuangan daerah, dan tahapan administrasi sebelum proses pengajuan pinjaman dilakukan secara resmi.
Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Konawe berharap rencana pembiayaan pembangunan daerah dapat berjalan optimal sesuai ketentuan yang berlaku dan menjadi solusi percepatan pembangunan demi mendukung kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sumber : @Ppid Diskominfo Konawe
@Redaksi



